Pernah ada masa-masa
pernah ada masa-masa dalam cinta kita kita lekat bagai api dan kayu bersama menyala, saling menghangatkan rasanya hingga terlambat untuk menginsyafi bahwa tak tersisa dari diri-diri selain debu dan abu pernah ada waktu-waktu dalam ukhuwah ini kita terlalu akrab bagai awan dan hujan merasa menghias langit, menyuburkan bumi, dan melukis pelangi namun tak sadar, hakikatnya kita saling meniadai di satu titik lalu sejenak kita berhenti, menyadari mungkin hati kita telah terkecualikan dari ikatan di atas iman bahkan saling nasehatpun tak lain bagai dua lilin saling mencahayai, tapi masing-masing habis dimakan api kubaca cendikiawan dinasti ming, feng meng long menuliskan sebaitnya dalam ‘yushi mingyan’; “bungapun layu jika berlebih diberi rawatan willow tumbuh subur meski diabaikan” maka kitapun menjaga jarak dan mengikuti nasihat ‘ali “berkunjunglah hanya sekali-sekali, dengan itu cinta bersemi” padahal saat itu, kau sedang dalam kesulitan seperti katamu, kau sedang perlu bimbingan mak...