Saturday, January 17, 2009

We Are The Future

Dengan Nama Allah Yang Maha Pengasih Maha Penyayang..

"Langit menggelap, sang bulan mula menampakkan diri di persada langit berbintang..tanda hari menuju penghujungnya..menanti...munculnya hari esok.."

"Ada apa dengan esok?" adik bertanya kepadaku.

"Adik, kita sebagai manusia punyai 2 tujuan diciptakan, adik kan pernah baca ayat 56 dr suroh az-Dzariyaat yang menjelaskan tugas kita di atas muka bumi ini adalah untuk mengabdikan diri kepada Allah," aku menjelaskan.

"Apa lagi satu?" adikku bertanya lagi.

"Dalam surah al-Baqaroh ayat 30 pula, Allah menjadikan manusia sebagai khalifah di atas muka bumi ini. Bukan hanya di Malaysia. Tugas khalifah perlu dilaksanakan di seluruh muka bumi yang wujudnya kalimah La Ilaha Illallah," tambahku..

Khalifah...susah ke nak jadi...apatah lagi memahami..

Pernah Murobbiku menjelaskan, sebelum kedatangan Rasul, manusia ketika itu berada dalam kegelapan dan kejahiliyahan. Tetapi selepas Rasulullah diutuskan, mereka menjadi sebaik-baik umat (khalifah).

"Antum nak tahu bagaimana Rasulullah dapt mengubah keadaan ketika itu?" Sang Murobbi
bertanya.

"Memangla nak tahu..!!" serentak kami menjawab.

"Itulah peranan Tarbiyah," jelas Sang Murobbi.

Sejak hari itu, aku mengetahui ada perkataan 'Tarbiyah'. Aku fahami tarbiyah itu bukanlah satu pengertian secara lughawi (bahasa) tetapi satu kata kerja bukan kata nama.

'Tarbiyah bukan segala-galanya, tetapi segala-galanya bermula memerlukan Tarbiyah'.

Teringat kata-kata murobbi.

Aku memikirkan....'tugas kita di muka bumi ini sebagai hamba dan khalifah..Kalau
begitu, nak menjadi kedua-duanya perlulah kepada Tarbiyah...

Kini aku bersyukur, aku berada di dalam lingkungan Tarbiyah Islamiyyah, sama ada aku
hanya terkena biasnya ataupun masuk ke dalamnya. Aku berharap akau berada dalam
landasan yang tepat.

Jika seorang penyelam ingin mencari mutiara tercantik di dasar laut, pasti dia
memerlukan peta untuk mencapai tujuannya. Begitulah kehidupanku, aku ingin mencari
mutiara tersebut (notabene :mencapai tujuan penciptaan) dan aku memerlukan peta...
Peta tersebut memang sudah tersedia iaitu al-Quran dan as-Sunnah.

Tapi...macam mana nak faham peta ini??

Aku bersyukur kerana hadir individu-individu yang sanggup mengorbankan jiwa raganya untuk memahamkan aku dengan peta tersebut...bukan sekejap untuk aku faham dan kini
belum pasti aku dapat menyelami seterusnya memahami peta tersebut..dan mereka tidak
pernah berhenti berusaha memahamkan aku...


"Ya Allah, masa tidak pernah menunggu kami.Esok merupakan hari keberangkatan kami ke
Jawa. Kau jadikanlah kembara ini kembara tarbawi yang bisa mengantarkan kami menjadi
manusia yang lebih dekat padaMu. Jadikanlah diri kami melihat negara jiran kami
sebagai negara kami. Jadikanlah degupan jantung kami semasa berada di sana sebagai
degupan jantung yang akan menggalas misi besar apabila pulang nanti. Jadikanlah diri
kami melihat umat di sana dengan mata hati yang bening. Ya Allah, keberangkatan kami
adalah mencari RidhoMu semata. Kepenatan kami baru sedikit berbanding teman-teman kami
di Gaza bumi Ribath. Ya Allah, jadikanlah kembara kami bukan kembara jasad, tetapi
kembara jiwa..kerana kami adalah masa depan.."

"Kau kasihanilah mereka yang membantu aku mengenalMu ya Allah.."

Sang Murobbi berkata dengan penuh harapan dan kasih, "Antum harus penjadi penerus Abi
dan Ummi antum.."

Doakan kami, generasi masa depan yang akan meneruskan perjuangan antum..ameen.

"Kembara Ini Baru Hendak Bermula"

Wednesday, January 14, 2009

Sehari di Tmn Pulai Utama

Assalamualaikum,

Alhamdulillah, pada hari ini (14 Jan 2009) tiga orang ikhwah telah membuat bakti sosial di Taman Pulai Utama. Zahid, Irsyad dan Munir. Kami telah berkumpul di rumah akh Zahid pada jam 9.45 pg. Tugas pada hari ini : Mengedar Pamplet Program Penerangan Tragedi Gaza ke setiap rumah muslim di taman Pulai Utama [inilah peluang da'wah untuk masuk ke dalam setiap rumah].
Setelah berkumpul, pamplet diedarkan sesama kami dan tepat jam 10 pg kami bergerak mengetuk pintu-mengedar pamplet. Sasaran pertama kami, Fasa 1(kwsn rumah mc nailah) . Setelah selesai (lebih kurang setengah jam slps itu) kami bergerak ke fasa lain (kwsn rumah ustzh Norimah). Sebelum bergerak kami terpaksa mem'fotostat' pamplet lagi. Jadi kami tambah 200 salinan lagi.

Alhamdulillah, setiap tugas di setiap fasa diselesaikan dalam masa 30 minit. Pelbagai kejutan yang diterima antaranya, kemunculan anjing secara 'ujuk-ujuk' (tiba-tiba). Tak dapat bayang kalau kena edar di Tmn Universiti, mesti capek dong..

Kerja kami selesai pada pukul 12.10 tghr dan kami dijemput oleh Pakcik Aizaini...sebelum pulang kami makan tengah hari di Restoran Noor (sempat lagi pesan pada makcik kedai untuk tolong edarkan pamplet kepada pelanggan).

Begitulah da'wah, memang harus penat lelah. Dan sekiranya keletihan fizikal itu tidak didorang oleh spiritual, memang akan penat sesungguhnya. Namun sekiranya diikuti dengan kekuatan ruhani, kepenatan itu tiada ertinya..


Apa sebenarnya isi kandungan pamplet tesebut??

Penerangan Tragedi GAZA..
Tarikh : 14/1/09
Tempat : Surau at-Taqwa, Taman Pulai Utama
Masa : Selepas Maghrib
Penceramah : Prof Madya Omar Yaakob dan Ustz Zaini Salleh
Anjuran : Gabungan NGO Muslim

JOM, ramai-ramai meriahkan ROADSHOW INI..SOKONGAN ANTUM DITUNTUT..

Wednesday, January 7, 2009

X-GEN...JOM RAMAI PAKAT GI SEMINAR..

Alahai...Rindunya kt kengkawan x-gen..bila la boleh jumpa?
Pernah mempunyai perasaan seperti di atas?

ataupun..

Ya Allah, kt sekolah slalu dengar perkataan Tarbiyah...tp sekarang dh hbs sekolah...susah jugak nk dgr word tu..

Nah, kami
berikan ubatnya?


Jom, ramai2 pakat gi program ini (kire mcm reunion gak sbb nk kumpulkn sume x-gen)


"Subhanallah...Indahnya Tarbiyah...."

Apa Tu...?
Haa itulah tema Seminar yang bakal menemui anda...ahli X-Gen
objektif

Peserta dapat memahami fikrah dakwah yang didokong dengan jelas.

Peserta jelas terhadap larangan (gejala futur) yang biasanya melanda kehidupan muslim

Menghidupkan ruhi dengan ibadah-ibadah sunat.


Bila ya?
-pada 11-12 januari 2009.

Di mana?
-Di pejabat JIM(Jemaah Islah Malaysia) dan Surau an-Nur

Pukul berapa?
-5.30ptg (Ahad) hingga 10.30pg(Isnin)

Tema?
-"Subhanallah....Indahnya Tarbiah"

Untuk siapa?
Terbuka kepada semua ahli X-Gen.


Insya Allah, x rugi dtg sebab tajuk-tajuk yg akan disampaikan memang best, antaranya:
1-Kepentingan Tarbiyah (Ahammiyatu at-Tarbiyah)
2-Tujuan Tarbiyah (ahdaafu at-tarbiyah)

Yuran : RM10

macamana kalau x tahu tempatnya.....?
x pe....nk senang pergi je kt Stesen Shell di Taman Desa Skudai..lepastu call Hilman (0136355254) atau Ahmad (0137905290). Untuk makluman, Pej JIM dan Surau an-Nur terletak di Taman Desa Skudai...


lagi satu..untuk ikhwah, sebelum pegi, kita main futsal dulu..fully sponsored beb...nak tau bila..mcm biasa, telefon AMIR SYAFIQ..

Tertanya program itu mcm mana?
majlis ilmu+qiam+reunion(dh lama seh x jumpa kwn2 x-gen)

untuk maklumat lanjut, hubungi Hilman Fazli(ikhwah) dan Fatin Solehah(akhwat) insyaAllah on 24 jam.

AYUH..TERUSKAN PENGISLAHAN DIRI..TERUSKAN PENARBIYAHAN..DUNIA MENANTI KEHADIRAN ANTUM GENERASI HARAPAN UMAT UNTUK MENGGEGAR DUNIA DENGAN CAHAYA ISLAM....KALAU KITA TIDAK MAU MENYERTAI BARISAN INI...ALLAH AKAN PILIH ORANG LAIN...JADILAH KITA MEREKA YANG RUGI..

Monday, January 5, 2009

Cuma Doa, Senjata Kami Tersisa






"Musik tahun baru kami adalah deru suara pesawat tempur Israel, kembang api tahun baru kami adalah percikan-percikan sinar dari misil-misil Israel," kata Raed Samir, seorang pemuda Gaza dengan nada sendu.

Itulah gambaran tahun baru di Jalur Gaza, di saat penduduk dunia bersuka ria merayakan tahun baru dengan hura-hura dan pesta kembang api. Dimana-mana disampaikan pesan tahun baru yang penuh harapan, tapi tidak bagi warga Gaza yang memulai tahun baru dengan penderitaan yang mungkin akan berlangsung lama akibat kebiadaban kaum Zionis Yahudi Israel.

"Lihatlah ke luar, pesawat-pesawat tempur F-16 tersenyum padamu, misil-misil menari untukmu, zanana (suara gemuruh) bernyanyi untukmu," itulah bunyi sms yang diterima Fathi Tobal, juga warga Gaza dari seorang temannya.

Tobal dengan sinis berkata,"Sementara orang lain di seluruh dunia berpesta, kelihatannya pasukan udara Israel sedang berusaha memberikan kami kembang api."

Apa yang dirasakan rakyat Palestina sekarang? Banyak diantara mereka yang merasa diabaikan dan dikhianati oleh masyarakat internasional. "Dunia seharusnya membuka mata, daripada menari-nari dan minum-minum, mereka seharusnya menghentikan sebuah holocaust yang sedang dialami rakyat Gaza. Dunia internasional seharusnya sudah menghentikan dan melindungi hak-hak kami dibawah penjajahan Israel," kata Asad Abu Sharekh, seorang profesor dan pengamat politik.

Warga Gaza bernama Marwan, 40, mengatakan, di apartemennya yang cuma dua kamar kini ada 25 anggota keluarganya yang mengungsi untuk menghindar dari serangan udara Israel. "Orang tua, saudara perempuan, saudara lelaki saya terpaksa mengungsi karena khawatir dengan bombardir Israel di tempat tinggal mereka," ujarnya.

Banyak keluarga di Gaza kini mengungsi ke rumah kerabat atau ke gedung-gedung sekolah. Meski di tempat itu juga mereka tidak aman karena Israel tidak pandang bulu menjatuhkan bom-bomnya. Masjid-masjid pun menjadi target serangan pasukan Zionis biadab itu.

"Seperti yang kalian lihat, pesawat-pesawat Israel menebarkan ketakutan dimana-mana. Saya berharap anak-anak muda di tempat lain, melakukan sesuatu sebagai bentuk solidaritasnya pada kami, anak-anak muda di Palestina.

Pada tahun baru, rakyat Palestina biasanya mengucapkan "Kul am wa antum bi khoir" (Semoga Anda selalu sehat dan selamat). Tapi tahun ini, warga Palestina di Gaza saling mengucapkan "Kul qasif wa antum bi khoir" (semoga Anda selamat setelah pengeboman). Sungguh Ironis.

Sebagian warga Gaza yang bertahan di rumah-rumah mereka tidak berani keluar. Anak-anak tak lagi pergi sekolah, para lelaki tidak bisa bekerja bahkan salat pun kini di rumah saja, karena masjid-masjid banyak yang hancur. Para orang tua langsung meraih anak-anaknya, jika melihat mereka mendekat ke jendela atau membuka pintu untuk sekedar mengintip situasi di luar.

Abu Anas Al-Banna beserta isteri dan 10 anaknya kini cuma bisa berdiam diri di rumah kecil mereka di Gaza City. Selama enam hari ini mereka merasakan getaran dan suara dentuman yang memekakkan telinga akibat ledakan misil-misil Israel.

"Kematian mengintai kami semua. Saya sendiri panik dan rasanya ingin berteriak, tapi tak bisa. Saya harus kuat demi anak-anak saya," kata seorang ibu sambil memeluk erat Sami, puteranya yang baru berusia tiga tahun dan tidak berhenti menangis.

"Tidak ada jeritan ataupun air mata yang bisa menyelematkan kami. Berdoa. Doalah satu-satunya senjata kami yang tersisa," kata Abu al-Banna.

Saat malam menjelang merupakan saat-saat yang menakutkan bagi keluarga al-Banna. Lina, 14, salah satu anak perempuan al-Banna, dari sudut tempat tidurnya cuma bisa berbisik bahwa ia sangat ketakutan saat malam tiba. Saudara lelakinya, Anas, juga masih ketakutan setelah beberap jam bombardir yang dilakukan Israel ke pemukiman mereka. Tubuhnya gemetar. "Saya tidak bisa merasakan apa-apa lagi. Saya kehilangan semua rasa indera saya," kata Anas.

Sejak serangan Israel hari Sabtu kemarin, keluarga al-Banna memutuskan untuk tinggal dalam satu ruangan. Mereka memilih kamar yang tidak ada jendela di sudut yang paling jauh dari lantai dasar, tempat yang paling minimal dari resiko terkena bombardir Israel. Abu al-Banna juga menyiapkan peralatan pertolongan pertama. Meski demikian, mereka tetap tidak bisa memejamkan mata saat malam turun di Gaza.

Anak-anak menutup muka atau menutup telinga mereka jika menderngar deru pesawat tempur Israel. "Setiap menit, rasanya kami harus siap mengucapkan perpisahan satu sama lain. Kami tidak pernah tahu apakah kami akan selamat esok hari," kata mereka pasrah. (ln/iol)

Sunday, January 4, 2009

Awake the Giant In You

My Brothers and Sisters. let's revive the Islamic Spirit..

A DAY AT IMAN SRI SKUDAI..

JUMAAT, 2/1/09-Beberapa orang ikhwah dan akhawat telah pergi ke Tadika Iman Taman Sri Skudai sebagai wakil TMS (Teen Multi Services). Pelbagai kerja dilakukan seperti membasuh pinggan, menyapu, membersih kipas, mencuci alat permainan (yang besar..)dan membasuh longkang. Alhamdulillah, semua kerja siap dilakukan sebelum masuk waktu zohor (sebab ikhwah nak ke masjid untuk solat jumaat. Overall, semua kerja beres dan Tadika Iman TTS rasanya siap sedia untuk menerima pelajar hari Isnin ini (termasuk adik penulis) Mungkin kita lihat kerja ini hanya dgn membersih tadika tetapi penulis mengingatkan bahawa Tarbiyah itu bermula sejak kecil (istilah Indonesianya -sejak dini) Moga dengan usaha yg dilakukan di pusat pendidikan awal ini memberi sumbangan besar untuk pembentukan adik-adik kita seterusnya tumbuh besar menjadi muslim yg "bergerak"..ameen.

Lama juga nak basuh mainan ni..
setelah selesai...

Selepas solat Jumaat di Masjid UTM, penulis pun keluar dari masjid dan melihat beberapa pelajar UTM memegang sepanduk yang bertulis "Perhimpunan sempena menentang keganasan Zionis Di Kanan Masjid". Penulis pun pergilah ke kawasan tersebut untuk meninjau...Ramai yang ada di situ..dan beberapa org melaungkan kata-kata mengutuk serangan Israel ke atas Palestin (Gaza khususnya). Teringat juga penulis dalam kesibukan mencari dana..pernahkah diri ini melupai saudara-saudara seIman di bumi suci anbiya' tersebut. Pernahkah diri ini mendoakan mereka dalam solat??
"ISLAM..ISLAM AKAN KEMBALI..! HANCUR..HANCUR KAUM ZIONIS! BOIKOT..BOIOT BARANGAN ISRAEL!!" [terdengar seseorang berteriak sambil penulis beredar menuju ke kereta...]

ESOK-dapat kontrak mengedar barang ke rangkaian tadika Iman, dengar cerita sampai ke pontian...

LinkWithin

Blog Widget by LinkWithin